Mini case. Indonesia: Potensi Ekspansi Pasar untuk Aplikasi Bimbingan Belajar Hybrid
Mini case. Indonesia: Potensi Ekspansi Pasar untuk Aplikasi Bimbingan Belajar Hybrid
06.08.2026
Seiring dengan terus meningkatnya penetrasi smartphone di wilayah perkotaan maupun pedesaan di Indonesia (masing-masing sekitar 84% dan 72%), serta meningkatnya literasi digital masyarakat, kami memperkirakan permintaan terhadap aplikasi bimbingan belajar hybrid akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Studi terbaru kami menunjukkan bahwa peluang terbesar bagi para pelaku industri terletak pada kemampuan mereka untuk mengedukasi calon konsumen bahwa solusi pembelajaran yang menggabungkan kelas tatap muka dan pembelajaran online telah tersedia. Penelitian Omniki menunjukkan bahwa saat ini hanya 4,9% responden yang memilih bimbingan belajar hybrid sebagai model pendidikan tambahan di luar sekolah yang mereka sukai.
Picture retrieved from AI
Berdasarkan temuan studi terbaru Omniki, kami melihat rendahnya tingkat kesadaran masyarakat saat ini sebagai kondisi yang ideal untuk ekspansi pasar. Permintaan terhadap solusi pembelajaran yang fleksibel sebenarnya sudah ada dan terus meningkat, namun masih banyak calon pengguna yang belum memahami manfaat maupun kemudahan akses yang ditawarkan oleh bimbingan belajar hybrid.

Faktor pendorong keberhasilan

Studi ini mengidentifikasi faktor-faktor utama yang perlu diprioritaskan oleh para pelaku industri agar dapat meraih keberhasilan. Meskipun kompetensi tutor merupakan faktor yang paling sering disebut sebagai dasar pengambilan keputusan, terdapat sejumlah faktor penting lainnya yang juga perlu menjadi fokus perusahaan agar solusi mereka lebih menarik bagi konsumen sasaran.

Hambatan adopsi

Untuk memahami faktor-faktor yang dapat menghambat orang tua di Indonesia dalam memanfaatkan aplikasi bimbingan belajar hybrid, kami meminta responden survei untuk mengidentifikasi kekhawatiran utama mereka terkait penggunaan layanan tersebut.

Berbeda dengan anggapan umum bahwa orang tua terutama mengkhawatirkan lamanya waktu anak menggunakan gawai, faktor tersebut justru berada pada peringkat yang relatif rendah. Sebaliknya, isu seperti keamanan anak dan perlindungan data pribadi muncul sebagai dua di antara lima hambatan utama dalam penggunaan model bimbingan belajar hybrid.

Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

Berbeda dengan pembelian produk konsumen secara online yang sering kali dipengaruhi oleh faktor emosional, keputusan membeli layanan pendidikan umumnya dilakukan secara sadar dan terencana. Untuk memahami faktor yang paling menentukan dalam keputusan pembelian, studi kami menganalisis siapa saja yang memiliki pengaruh terbesar terhadap pengambil keputusan dalam memilih layanan bimbingan belajar hybrid.

Daftarkan diri Anda sekarang untuk mengikuti webinar langsung kami, “Breaking Barriers: How Indonesian EdTech Can Build Trust and Scale Hybrid Tutoring”, yang akan diselenggarakan pada 3 September pukul 11.00 WIB.

Bergabunglah bersama kami pada awal September untuk mendapatkan wawasan dari para ahli mengenai bagaimana perusahaan EdTech dapat mendorong lebih banyak orang tua di Indonesia mengadopsi bimbingan belajar hybrid melalui pembangunan kepercayaan, penyelesaian kekhawatiran utama, serta penyusunan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Agenda webinar

Webinar akan diawali dengan pembahasan mengenai kondisi pasar saat ini, dilanjutkan dengan tiga topik berbasis data, yaitu: hubungan antara kepercayaan dengan kualitas dan keamanan, strategi penetapan harga serta koridor go-to-market, dan cara membangun kepercayaan sebelum meningkatkan investasi pada akuisisi pelanggan berbayar. Sesi akan ditutup dengan Omniki Diagnostics serta tanya jawab.

Mitra & Acara Kami

ANGGOTA DARI

+971 52 4906099
+62 811 1782 609
Copyright @ 2026 Omniki.survey
|
Temukan bagaimana perusahaan EdTech Indonesia dapat membangun kepercayaan orang tua dan mengembangkan skala layanan bimbingan belajar hibrida. Pelajari wawasan berbasis riset mengenai kualitas tutor, aspek keamanan, penetapan harga, preferensi anak, serta strategi go-to-market yang efektif.

BERGABUNG DI WEBINAR 03.09.26