Untuk memahami lanskap persaingan saat ini, Omniki melakukan survei terhadap konsumen di Pulau Jawa, mengeksplorasi penggunaan layanan logistik dalam beberapa waktu terakhir, tingkat kepercayaan terhadap merek, serta preferensi untuk pengiriman berikutnya. Ketiga indikator ini memberikan gambaran posisi masing-masing merek saat ini—dan yang tak kalah penting, menunjukkan di mana peluang pertumbuhan terbesar berada.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pasar logistik Indonesia jauh lebih mapan daripada yang terlihat sekilas. J&T Express muncul sebagai pemimpin pasar yang sangat dominan, dengan 79.7% responden mengaku menggunakan layanannya dalam tiga bulan terakhir. JNE berada di posisi kedua dengan 20.9%. Tidak ada penyedia lain yang mencapai tingkat penggunaan dua digit pada periode yang sama. Dengan kata lain, meski konsumen mengenal banyak merek logistik, perilaku penggunaan mereka terkonsentrasi pada segelintir pemain utama.
Kepercayaan terhadap merek menunjukkan gambaran sedikit berbeda. Di luar para pemimpin pasar, sejumlah merek logistik lain juga berhasil membangun tingkat kepercayaan konsumen yang cukup berarti. Hal ini menandakan konsumen bersedia mempertimbangkan lebih dari satu penyedia, sehingga merek alternatif mampu membangun kredibilitas di mata pelanggan.
Gambaran kembali bergeser ketika responden ditanya mengenai penyedia layanan yang akan dipilih untuk pengiriman berikutnya. J&T Express tetap menjadi pilihan utama bagi 69.2% responden, sementara JNE menjadi satu-satunya penyedia lain dengan proporsi preferensi signifikan (13.8%). Sebagian besar merek lain hanya memperoleh porsi kecil dari niat penggunaan ke depan. Temuan ini menunjukkan bahwa membangun kepercayaan saja belum cukup. Dipersepsikan sebagai penyedia yang andal tidak selalu berarti menjadi merek yang paling dipilih konsumen.
Bagi perusahaan logistik, perbedaan ini sangat penting. Di pasar yang sudah matang, meningkatkan awareness semata kemungkinan besar tidak akan mengubah perilaku konsumen. Pertanyaan yang lebih relevan adalah apa yang mampu mendorong konsumen berpindah dari penyedia yang sudah digunakan ke penyedia lain yang sebenarnya juga mereka percayai.
Memahami siapa pemimpin pasar saat ini hanyalah langkah awal. Pertanyaan yang lebih besar adalah mengapa konsumen terus memilih satu penyedia dibandingkan yang lain. Apa yang dapat mendorong pelanggan untuk berpindah? Atribut layanan apa yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan? Segmen pelanggan mana yang benar-benar terbuka untuk mencoba merek logistik berbeda?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menentukan apakah sebuah kampanye pertumbuhan mampu mengubah perilaku konsumen atau sekadar meningkatkan awareness. Untuk memahami apa yang mendorong konsumen Indonesia tetap loyal, berpindah merek, atau mempercayai satu penyedia dibandingkan yang lain, hubungi tim Omniki.Survey. Kami dapat membantu mengidentifikasi faktor perilaku yang mendasari pilihan konsumen.