Konflik dimulai selama bulan suci Ramadan. Jika kita menganalisa Abu Dhabi sebagai studi kasus singkat, dampaknya serius. Tingkat hunian hotel di Abu Dhabi selama perayaan akhir Ramadan pada pertengahan Maret turun 45% dibandingkan tahun lalu. Meskipun UAE sepenuhnya mencabut pembatasan wilayah udara pada awal Mei, beberapa maskapai masih belum melanjutkan penerbangan. Maskapai Jerman Lufthansa, misalnya, telah menangguhkan penerbangan ke Abu Dhabi hingga akhir Oktober. Maskapai Rusia Aeroflot akan melanjutkan penerbangan ke UAE mulai 1 Juni.
Selama beberapa dekade, UAE telah membangun citra stabilitas dan keamanan, dan citra tersebut kini dipertanyakan.
Studi Omniki.Survey mengungkapkan bahwa 6 dari 10 orang dari Kuwait, Qatar, UAE menyatakan konflik tersebut mempengaruhi mereka.
Ketika ditanya tentang area kehidupan mana yang paling terdampak, lebih dari setengah dari mereka yang tinggal di UEA menunjukkan kecemasan/stres/ketegangan emosional, lebih dari 40% menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan biaya hidup sementara 1/3 khawatir tentang kemungkinan perubahan situasi pekerjaan mereka.
Kekhawatiran tentang situasi keuangan yang memburuk mendominasi di India (75.7%), Mesir (65.3%), Pakistan (63.8%), dan Yordania (62.6%) dan tersebar luas di seluruh 13 negara.